Membuat Website itu mudah (Bagian X-Frameset)

Posted in Pendidikan on Januari 4, 2009 by hadY_rYans

Frameset adalah salah satu cara untuk membagi-bagi halaman ke dalam beberapa bagian. Pekerjaan merancang halaman dengan memanfaatkan frameset menjadi pekerjaan yang mudah. Bagian-bagian utama pada website dapat dikelompokkan ke dalam frame, sedangkan bagian contentnya tetap berada di frame yang akan selalu berubah. Dengan demikian, kita dapat menentukan bagian mana yang akan menjadi kepala halaman (header), menu, kaki, content, dan bagian lain yang dianggap perlu.

Frameset berbeda dengan halaman HTML biasa, di dalam halaman frameset hanya terdapat pengaturan mengenai bagaimana sebuah halaman ditata (layout halaman). Pada halaman frameset ini, dapat ditampilkan beberapa halaman HTML sekaligus pada jendela web browser yang sama. Halaman-halaman HTML yang ditampilkan dalam frameset tersebut menempati bagiannya masing-masing, dan setiap frame dalam frameset tidak saling berkaitan satu dengan lainnya. Pada halaman yang panjang, scrolling hanya berlaku pada frame itu saja – biasanya scrolling hanya diberlakukan pada frame content saja.

Dengan adanya frameset, pengelolaan halaman menjadi mudah, namun jumlah file yang harus dikelola menjadi bertambah. Hal ini menjadi menyulitkan bagi yang belum terbiasa, mengingat perancang harus bekerja dengan beberapa dokumen HTML sekaligus.

Pembuatan halaman frameset menggunakan dua tag HTML, yaitu Tag dan Tag , penjelasannya adalah sebagai berikut:

Tag Frameset

Tag digunakan untuk mendefinisikan bagaimana jendela web browser akan dibagi menjadi frame-frame yang lebih kecil. Tag ini dituliskan untuk membagi-bagi halaman ke dalam format baris dan kolom yang akan diisi dengan frame. Nilai baris atau kolom menentukan jumlah area layar yang akan digunakan oleh setiap baris atau kolom. Pada frame-frame tersebut ditempatkan halaman-halaman HTML. Satu halaman HTML akan menempati satu frame.

Tag berikut akan membagi layar menjadi tiga bagian kolom masing-masing lebarnya sebesar 25%, 50%, dan 25% dari lebar keseluruhan area layar.

Layout halaman frameset di atas akan tampak seperti di bawah ini:
frame 1 – 25% frame 2 – 50% frame 3 – 25%

Tag berikut akan membagi layar menjadi tiga bagian baris masing-masing tingginya sebesar 25%, 50%, dan 25% dari tinggi keseluruhan area layar.

Layout halaman frameset di atas akan tampak seperti di bawah ini :
frame 1 – 25%
frame 2 – 50%
frame 3 – 25%

Pembagian frame bisa dengan ukuran persentase (relatif) seperti contoh di atas, atau dengan ukuran pixel (absolut). Namun dengan pixel tidak dapat ditentukan ukuran seluruh frame, karena ukuran layar monitor yang digunakan juga belum tentu sama. Untuk itu digunakan tanda “*” untuk pengganti ukuran yang tidak tentu tadi. Contoh berikut akan membagi layar menjadi dua bagian baris masing-masing sebesar 100 pixel dan sisa pixel dari tinggi area layar.

Layout halaman frameset di atas akan tampak seperti di bawah ini :
frame 1 – 100 px
frame 2 – fleksibel

Sedangkan contoh ini akan membagi layar menjadi dua bagian kolom masing-masing sebesar 100 pixel dan sisa pixel dari lebar area layar.

Layout halaman frameset di atas akan tampak seperti di bawah ini :
frame 1
100 px frame 2
fleksibel

Tag tidak membutuhkan adanya tag kecuali bila web browser yang digunakan tidak mendukung tag tersebut.

Tag Frame

Tag dituliskan untuk menempatkan dokumen HTML yang akan disertakan pada frame.

Pada contoh berikut, frameset membagi halaman menjadi dua kolom, masing-masing lebar kolom adalah 25% dan 75% dari lebar area layar. Dokumen HTML dengan nama “frame_1.html” ditempatkan pada kolom pertama, dan dokumen HTML kedua bernama “frame_2.html” disertakan pada kolom kedua.

Frameset Vertikal

Nah, sekarang kita coba membuat sebuah halaman website dengan frameset. Jalankan aplikasi Notepad. Klik Start > Programs > Accessories > Notepad. Kemudian ketik baris perintah berikut ini :

Simpan file di My Documents sebagai “frameset-01.html” dengan cara klik menu File-Save As.. Di sebelah kiri pilih My Documents, kemudian pada bagian Save as type pilih All Files, lalu ketik “frameset-01.html” pada bagian File name, klik tombol Save.

Jalankan aplikasi Explorer, klik My Documents, cari file “frameset-01.html” yang baru dibuat tadi, kemudian klik ganda file tersebut.

Jendela Internet Browser akan terbuka, memperlihatkan isi halaman frameset-01.html.

Penjelasan

Contoh latihan di atas memperlihatkan bagaimana cara membuat frame dengan tiga kolom vertikal masing-masing selebar 20%, 60%, dan 20% dari lebar area layar. Frame pertama berisi “frame_1.html”, frame kedua berisi “frame_2.html”, dan frame ketiga berisi “frame_3.html”.Frameset dengan menggunakan nilai persen tidak memiliki ukuran piksel yang pasti, lebar frameset ini akan mengikuti lebar layar dan dihitung sebagai persentase dari lebar layar.

Frameset Horizontal

Sekarang kita coba lagi membuat sebuah halaman website dengan frameset horizontal. Jalankan aplikasi Notepad. Klik Start > Programs > Accessories > Notepad.

Kemudian ketik baris perintah berikut ini :

Simpan file di My Documents sebagai “frameset-02.html” dengan cara klik menu File-Save As.. Di sebelah kiri pilih My Documents, kemudian pada bagian Save as type pilih All Files, lalu ketik “frameset-02.html” pada bagian File name, klik tombol Save.

Jalankan aplikasi Explorer, klik My Documents, cari file “frameset-02.html” yang baru dibuat tadi, kemudian klik ganda file tersebut.

Jendela Internet Browser akan terbuka, memperlihatkan isi halaman frameset-02.html.

|
200 pixel
|

|
|
|
|
* pixel (sisa dari tinggi layar)
|
|
|
|

100 pixel

Penjelasan

Contoh latihan di atas memperlihatkan bagaimana cara membuat frameset dengan tiga baris horizontal masing-masing tingginya sebesar 200 pixel, * pixel (sisa tinggi dari tinggi layar), dan 100 pixel. Frame pertama berisi “frame_1.html”, frame kedua berisi “frame_2.html”, dan frame ketiga berisi “frame_3.html”.

Perhatikan bahwa frameset ini menggunakan frame yang tetap (frame 1 = 200pixel, frame 3 = 100 pixel) dan frame yang fleksibel ditandai dengan tanda asterik (*). Frame yang tetap akan memiliki ukuran yang pasti dalam hitungan piksel, tapi frame yang fleksibel memiliki ukuran sebagai sisa dari ukuran layar dikurangi oleh ukuran frame-frame tetap.

Tag Noframes

Selain Tag Frameset dan Tag Frame, di dalam halaman frameset juga harus ada Tag Noframes. Format penulisannya adalah sebagai berikut:

Jalankan aplikasi Notepad. Klik Start-Programs-Accessories-Notepad.

Ketik baris perintah berikut ini :

Web browser tidak mendukung frame!

Simpan file sebagai “frameset-03.html”

Jalankan aplikasi Explorer, cari file “frameset-03.html” yang baru dibuat tadi di My Documents, kemudian klik ganda untuk membuka file tersebut. Jendela Internet Browser akan segera terbuka mempelihatkan isi file html tersebut.

Penjelasan

Contoh latihan di atas memperlihatkan bagaimana tag dibuat. Tag noframes ini akan bekerja dan menampilkan isi tag jika internet browser yang digunakan tidak mendukung frameset.

Frameset Kombinasi

Layout halaman HTML dapat dibuat sederhana dengan membaginya menjadi beberapa baris (rows). Kemudian, pada salah satu rows, kita dapat membaginya menjadi beberapa kolom. Hal ini sering dilakukan untuk mendapatkan layout halaman HTML yang optimal.

Sekarang kita coba untuk membuat layout halaman kombinasi tersebut. Jalankan aplikasi Notepad. Klik Start-Programs-Accessories-Notepad.

Ketik baris perintah berikut ini :

Simpan file sebagai “frameset-04.html”

Jalankan aplikasi Explorer, cari file “frameset-04.html” yang baru dibuat tadi di My Documents, kemudian klik ganda untuk membuka file tersebut. Jendela Internet Browser akan segera terbuka mempelihatkan isi file html tersebut.

|

150pixel

|

Penjelasan

Contoh latihan di atas memperlihatkan cara membuat frameset kombinasi. Tag yang pertama akan membagi layar menjadi dua frame horizontal, frame pertama di bagian atas tingginya 150 pixel dan frame kedua di bagian bawah tingginya adalah sisa pixel dari tinggi area layar. Kemudian tag kedua akan membagi frame kedua (frame yang berada di bawah) menjadi dua frame vertikal, masing-masing sebesar 20% dan 80% dari lebar area layar.

Frameset dengan Scrolling dan Noresize

Layout halaman HTML ditampilkan oleh Browser sesuai dengan ukuran yang dituliskan. Jika isi frameset tersebut, yang disimpan dalam file HTML lebih besar ukurannya daripada ukuran frame yang disediakan, maka secara otomatis browser akan menampilkan scroll bar.

Sekarang kita coba untuk membuat layout halaman dengan scrolling dan tanpa scrolling. Jalankan aplikasi Notepad. Klik Start-Programs-Accessories-Notepad.

Ketik baris perintah berikut ini :

Simpan file sebagai “frameset-05.html”

Jalankan aplikasi Explorer, cari file “frameset-05.html” yang baru dibuat tadi di My Documents, kemudian klik ganda untuk membuka file tersebut. Jendela Internet Browser akan segera terbuka mempelihatkan isi file html tersebut.

Penjelasan

Contoh latihan di atas mendemonstrasikan bagaimana atribut NORESIZE menyebabkan batas pinggiran antar frame tidak dapat digeser.

Frame Navigasi

Jalankan aplikasi Notepad. Klik Start-Programs-Accessories-Notepad.

Ketik baris perintah berikut ini :

Frame 1

Frame 2

Frame 3

Simpan file sebagai “frame-6a.html”

Ketik baris perintah berikut ini :

Simpan file sebagai “frameset-06.html”

Jalankan aplikasi Explorer, cari file “frameset-06.html” yang baru dibuat tadi di My Documents, kemudian klik ganda untuk membuka file tersebut. Jendela Internet Browser akan segera terbuka mempelihatkan isi file html tersebut.
Frame 1

Frame 2

Frame 3

Penjelasan

Contoh latihan di atas memperlihatkan penggunaan frame untuk memudahkan navigasi sebuah halaman Web. Untuk itu diperlukan sebuah dokumen HTML berisi link yang berfungsi sebagai navigasi pada satu frame, dan frame lainnya akan digunakan sebagai target dokumen yang ditunjukkan pada link-link tersebut.

Pada contoh di atas, file frame-6a.html berisi tiga buah link yang bila diklik akan dibuka pada frame bernama “showframe”, hal ini dapat dilihat dari penggunaan atribut TARGET=SHOWFRAME. Sedangkan file frameset-06.html berisi yang membagi layar menjadi dua bagian, dan salah satu framenya diberi atribut NAME=SHOWFRAME. Pada frame inilah link-link dokumen yang ada pada file frame-6a.html akan terbuka.

Mengenai Sekolah ku

Posted in Pendidikan on April 1, 2008 by hadY_rYans

Photobucket

Sekolah kami itu merupakan sekolah terfavorit di Kabupaten Tangerang, di sini saya akan memberitahukan anda-anda semua profile of my school………

The name’s of school : SMAN 1 Curug

Address : Jln. Raya PLP Km. 2 telp. (021) 598 0133

Fasilitiess of my school :

number one : pastinya ada halaman sekolah

number two : ada lapangan olahraga (Basket, Volli…….dll)

number three : lab.(bahasa, IPA, Komputer…….dll)

number four : pokok’e lengkap deh fasilitasnya,. dijamin halal
number five : ruang kelas (8 kelas untuk kelas XII IPA/IPS,9 kelas untuk kelas XI

IPA/IPS, dan 9 kelas untuk kelas X, jadi jumlah kelas ada………itung aja ndiri..)

Dan di antara itu semua masih banyak banget keunggulan-keunggulan sekolah kami………….., selain itu juga saya sekarang duduk di kelas XII IPS 3 yang sebentar lagi akan “fight” melawan Ujian Nasional yang tahun sekarang makin menantang buat anak kelas 3 tahun angkatan sekarang. Selain itu juga tenaga pengajar di SMAN 1 Curug itu merupakan tenaga yang profesional di bidang nya masing-masing dan hampir semua tenaga pengajr sudah mendapatkan penghargaan di bidangnya masing-masing juga.

Pokok’e sekolah kami tuh sekolah yang terbaik di Kabupaten Tangerang. Ini berdasarkan data di kantor pusat Dinas P dan K Kabupaten Tangerang. itulah yang menjadi kebanggaan saya sekolah di SMAN 1 Curug.

INFORMASI UN 2008

Posted in Pendidikan on Maret 4, 2008 by hadY_rYans

INFORMASI UN 2008

Informasi Ujian Nasional Tahun 2008

Ujian nasional sejatinya bukanlah suatu hal yang baru bagi dunia pendidikan kita. Ujian Nasional dilaksanakan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:

1.      Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan;

2.      Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;

3.      Penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan;

4.      Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan

Dalam rangka pelaksanaan ujian nasional tahun pelajaran 2007/2008, Departemen Pendidikan Nasional mengadakan beberapa perubahan terhadap ujian nasional sebelumnya. Perubahan yang cukup mendasar antara lain :

1.  Pada tahun pelajaran 2007/2008 satuan pendidikan yang mengikuti ujian nasional diperluas hingga menyasar siswa SD. Mata pelajaran yang diujikan untuk SD adalah bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam

2.  Mata pelajaran yang diujikan untuk jenjang SMP, SMA dan SMK ditambah dengan beberapa mata pelajaran lain:

-  Mata pelajaran yang diujikan untuk jenjang SMP antara lain bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam

-  Untuk SMA program IPA diujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi

- Untuk SMA Program IPS diujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi

- Untuk SMA Program Bahasa diujikan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Arab, Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Mandarin, Sastra Indonesia, Sejarah Budaya/Antropologi, dan Matematika

- Untuk MA Keagamaan akan diujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, dan Tasawuf/Ilmu kalam

- Untuk SMK akan diujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian

 

 A. Persyaratan Calon Peserta Ujian Nasional Tingkat SD dan yang sederajat antara lain :

·             Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan SD, MI, dan

·             SDLB (Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa ringan, dan Tunalaras).

·             Peserta didik yang memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan sampai dengan semester 1 tahun terakhir.

·             Peserta didik yang belajar di sekolah internasional di Indonesia yang memiliki izin untuk menerima peserta didik WNI, dapat mengikuti UASBN pada sekolah/madrasah penyelenggara terdekat.

·             Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UASBN di satuan pendidikan yang bersangkutan, dapat mengikuti

·             UASBN di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama atau pada tempat lain yang ditentukan sebagai penyelenggara ujian.

·             Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UASBN utama dapat mengikuti UASBN susulan.

 

 B. Persyaratan Calon Peserta Ujian Nasional untuk jenjang SMP dan SMA/SMK

·             Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan SMP, SMPLB (Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa ringan dan Tunalaras), MTs, SMA, SMALB (Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa ringan dan Tunalaras), MA, dan SMK berhak mengikuti Ujian Nasional (UN).

·             Peserta didik yang memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan sampai dengan semester I tahun terakhir.

·             Khusus peserta didik SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran untuk mata pelajaran yang diujikan secara nasional dapat mengikuti UN.

·             Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama, dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah, atau memiliki bukti kenaikan kelas dari kelas III ke kelas IV untuk peserta didik Kulliyatul-Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI)/Tarbiyatul- Mu’alimin Al-Islamiyah (TMI) yang pindah ke SMA, MA, dan SMK.

·             Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti ujian Sekolah/Madrasah, atau sekurang-kurangnya 2 tahun untuk peserta program percepatan belajar.

·             Peserta didik yang belajar di sekolah internasional di Indonesia yang memiliki izin untuk menerima peserta didik WNI, dapat mengikuti UN pada sekolah/madrasah penyelenggara terdekat dengan persyaratan sebagaimana tercantum pada butir 1 dan 3 di atas.

·             Peserta UN yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UN di satuan pendidikan yang bersangkutan, dapat mengikuti UN di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama.

·             Peserta UN yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UN utama dapat mengikuti UN susulan.

·             Peserta UN yang tidak lulus UN pada tahun sebelumnya yang akan mengikuti UN tahun pelajaran 2007/2008 boleh menempuh seluruh mata pelajaran yang diujikan atau mata pelajaran yang nilainya belum memenuhi syarat kelulusan, sesuai dengan Permen 34 tahun 2007. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari kedua hasil ujian.

C. Jadual Ujian Utama Ujian Nasional :

  • SD              : 13-15 Mei 2007 (ujian utama) dan 21-23 Mei 2007 (ujian susulan)
  • SMP           : 5 – 8 Mei 2007 (ujian utama) dan 12 – 15 Mei 2007 (ujian susulan)
  • SMA/SMK : 22 – 24 April 2007 (ujian utama) dan 28-30 April 2007 (ujian susulan)

D. KELULUSAN UJIAN NASIONAL

1. Kriteria kelulusan untuk tingkat Sekolah dasar adalah sebagai berikut:

·             Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya mengikuti UASBN.

·             Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan:

1.      nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan;

2.      nilai rata-rata ketiga mata pelajaran.

·             Kelulusan UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan dari sekolah/madrasah.

2 Kriteria kelulusan untuk tingkat SMP, SMA dan SMK :

·             memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 dan khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan Minimum 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN; atau

·             memiliki nilai minimal 4,00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6,00, dan khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimum 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.

·             Kabupaten/Kota dan atau satuan pendidikan dapat menentukan standar kelulusan UN lebih tinggi dari kriteria butir 1

Selamat Datang di its3my3blog’s

Posted in Teknologi on Maret 3, 2008 by hadY_rYans

Dunia informasi dan teknologi berkembang sangat cepat dan merambah ke semua sektor kehidupan. Dunia Pendidikan yang berperan mencetak manusia yang menguasai teknologi mau tidak mau terkena imbas yang sama yaitu tersentuh dengan teknologi. Pendidikan yang identik dengan sekolah dan lembaga formal memanfaatkan perkembangan teknologi dengan cara menyediakan sarana dan prasarana demi tercapainya suasana belajar dan mengajar yang kondusif.Namun, kenyataan di lapangan belum menunjukkan gambaran yang memuaskan. Saat ini masih banyak sekolah-sekolah (terutama yang berada di daerah pedesaan) belum tersentuh teknologi, terutama komputer. Di beberapa sekolah terungkap sistem manajemen dan Tata Usaha sekolah dikerjakan dengan manual. Mesin ketik sebagai sarana pembukuan administrasi masih menjadi alat utama sementara dilain sisi teknologi komputer telah berkembang pesat dalam sistem pengleloaan manajemen dan Tata Usaha. Bahkan kini teknologi komputer didukung dengan internet yang telah menjadi jendela penghubung dunia.

Sungguh ironis ketika hibah sejuta komputer dari pemerintah jepang yang ternyata disinyalir sebagai ajang bisnis miliaran rupiah kurang didukung dengan respon dari pemerintah. Dari kasus tersebut terungkap bahwa beberapa sekolah membutuhkan sarana komputer selain sebagai sarana penertiban administrasi juga sarana belajar siswa. Karena kita telah tertinggal jauh dengan siswa di eropa yang telah menggunakan teknologi komputer beberapa puluh tahun yang lalu sebagai sarana belajarnya.

Teknologi seharusnya direspon pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional dengan menteknologikan pendidikan. Tahapan-tahapan yang dilalui memang panjang namun dengan pengalokasian dana untuk penyediaan sarana dan prasarana seperti komputer akan mendukung program ini. Dalam hali ini yang menjadi prioritas adalah sekolah-sekolah yang berada di pedesaan dimana siswanya belum pernah menyentuh bahkan melihat komputer. Program-program komputer tingkat dasar dapat dimasukkan ke dalam kurikulum nasional pada tingkatan sekolah dasar, sehingga ketika siswa melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, tidak tertinggal dengan siswa-siswa diperkotaan yang telah mengenal komputer. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya dan kasus hibah sejuta komputer dapat digali hiknah dan wacana yang terkandung didalamnya.